Insiden Tandukkan Zidane, Materazzi Akhirnya Angkat Bicara

zidane materazzi

Piala Dunia 2006 menjadi moment bersejarah bagi Italia, dimana mereka sukses menggondol lambang supremasi Dunia tersebut. Pada final World Cup 2006 silam, Gli Azzuri bersua Prancis, dimana laga dimenangkan oleh Andrea Pirlo cs lewat drama adu penalti.

Dalam laga tersebut, ada sebuah kejadian yang pastinya tak bisa dilupakan oleh para pecinta sepakbola di seluruh Dunia. Dimana ada sebuah moment dimana Zinedine Zidane menanduk dada Marco Materazzi. Hingga kini, belum diketahui jelas apa yang menjadi penyebab insiden tersebut.

Sudah delapan tahun insiden itu terjadi, Materazzi akhirnya angkat bicara dibalik semua kejadian itu. Mantan bek Inter Milan itu mengungkapkan bahwa dirinya sama sekali tak merasa telah melakukan provokasi berlebihan.

Saat itu, ia hanya mengatakan perihal adik Zidane, bukan ibunya. Dia juga mengungkapkan bahwa hal itu ia lakukan karena Zidane terus mengoceh perihal kostumnya yang ditarik saat terjadi tendangan sudut.

“Saya bermaksud menghentikan lompatannya dan melakukan sedikit tarikan. Sebenarnya itu adalah hal-hal standar yang terjadi ratusan kali pada setiap pertandingan,” papar Materazzi seperti dilansir Football-Italia.

Namun, Zidane terus berbicara mengenai kostumnnya yang ditarik. Padahal, Materazzi merasa sudah meminta maaf. “Dia bilang, jika saya ingin kostumnya, saya bisa mendapatnya usai laga. Dia tak berhenti. Jadi saya berkata, ‘daripada kostum, saya lebih ingin adik perempuanmu’. Hanya itu,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Materazzi mengatakan bahwa reaksi mantan pemain Juventus dan Real Madrid itu terlalu berlebihan. Menurut mantan pemain 40 tahun itu, meski kasar, ucapan yang ia lontarkan saat itu, biasa diucapkan dalam satu pertandingan sepakbola, mulai dari level jalanan hingga internasional.

“Mungkin itu karena adrenalin, mungkin juga karena kelelahan. Tapi, apa yang terjadi selanjutnya benar-benar sulit dimengerti. Dia berjalan menuju saya, dan tiba-tiba menanduk saya di dada,” tutupnya.