Mourinho Sudah Lupa Rasanya Menang

penggemar di Stamford Bridge menyanyikan nama Mourinho
Potongan rambut pendek Mourinho mencerminkan suasana hatinya???

Manajer Chelsea, Jose Mourinho mengatakan ia sudah lupa bagaimana rasanya menang setelah mereka bangkit dari awal musim terburuk mereka selama ini di Liga Premier dengan kemenangan 4-0 atas Maccabi Tel Aviv.

Sebelum pertandingan pertama mereka di Liga Champions, The Blues hanya mencatat satu kemenangan dari lima pertandingan. “Saya lupa bagaimana rasanya menang. Selama ini kami sama sekali tidak memenangkan pertandingan, begitu baik, perasaan yang baik,” kata Mourinho. “Saya seorang manajer yang fantastis ketika saya memenangkan pertandingan dan saya seorang manajer yang fantastis ketika saya kalah dalam pertandingan.”

Meskipun Eden Hazard gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan, gol dari Willian, Oscar, Diego Costa dan Cesc Fabregas memastikan Chelsea tidak punya masalah dalam mengalahkan lawan mereka dari Israel. “Penalti yang gagal itu merupakan ujian besar bagi kami,” tambah Mourinho. “Ketika Anda memulai pertandingan yang harus Anda menangkan dan setelah lima menit Anda gagal membuat gol dari titik penalti, itu adalah sebuah episode negatif tambahan dan reaksi kami sangat baik.”

Saya Tidak Di Surga Ataupun Di Neraka

Mourinho merupakan pusat perhatian dalam pertandingan tersebut setelah awal musim terburuk yang dialami timnya sejak 1986. Ia terlibat dalam perdebatan panas dengan reporter BBC pada hari Selasa dan tertawa ketika ditanya apakah potongan rambut pendeknya mencerminkan suasana hatinya. “Sama seperti halnya¬†saya tidak berada di neraka dengan hasil yang buruk, saya tidak berada di surga kami memenangkan pertandingan,” katanya kepada BT Sport, hari Rabu lalu.

Para penggemar di Stamford Bridge masih menyanyikan nama Mourinho sebelum pertandingan dimulai dan dukungan mereka terhadap manajer asal Portugis itu terdengar di sepanjang pertandingan.¬†“Saya lebih suka itu daripada mereka mengatakan ‘Mourinho keluar’ dan mereka mencemooh saya dan sebagainya,” tambahnya. “Ini menunjukkan mereka tidak membaca koran atau mereka tidak memiliki ingatan yang singkat. Jika mereka tidak membaca surat kabar, mereka mendukung saya.

Jika mereka tidak memiliki ingatan yang singkat, mereka mendukung saya. “Kita memenangkan empat Liga Premier, tiga dengan dia dan satu dengan timnya. Orang ini tidak buruk. Mari kita mendukung orang itu. Kita memiliki kesempatan untuk memenangkan yang kelima.”