Posisi Brendan Rodgers Terancam

kemenangan atas Stoke City diraih berkat gol ajaib dari Philippe Coutinho
Liverpool menang tipis atas Carlisle di ajang Piala Liga

Manajer Liverpool, Brendan Rodgers akan menghadapi 10 hari “besar” yang akan memutuskan masa depannya di klub, menurut mantan bek The Reds, Mark Lawrenson.

Tim asuhan Rodgers itu menang tipis atas Carlisle di ajang Piala Liga di Anfield, Rabu, mengalahkan klub Liga Dua dengan skor 3-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1. Mereka menghadapi Aston Villa dan Everton dalam dua pertandingan liga berikutnya, juga dengan pertandingan Liga Europa melawan Sion diantara kedua pertandingan liga tersebut.

Lawrenson mengatakan Rodgers berada “dalam bahaya” dan timnya “tidak memiliki karakter”. Berbicara kepada BBC Sport, ia menambahkan: “Saya tidak suka jika manajer dipecat karena saya pikir itu adalah pekerjaan yang sangat sulit, tapi dia tidak meraih kemenangan dalam enam pertandingan – selain adu penalti melawan tim Liga Dua.” Liverpool memenangkan dua pertandingan pembukaan mereka musim ini – melawan Stoke dan Bournemouth – tapi kemudian tanpa kemenangan selama lima pertandingan sebelum akhirnya berhasil mengatasi Cumbrians pada hari Rabu. Dua kemenangan di awal musim diraih dengan skor 1-0 – dengan kemenangan atas The Cherries terjadi setelah gol kontroversial oleh Christian Benteke, di mana Philippe Coutinho berada dalam posisi offside.

“Ketika Anda menganalisis pertandingan itu, kemenangan atas Stoke City diraih berkat gol ajaib dari Philippe Coutinho tanpa usaha serangan lainnya dalam permainan dan Bournemouth merupakan kisah di mana semua keputusan memihak Liverpool,” kata Lawrenson. “Di Manchester United – kekalahan dengan skor 3-1 – mereka tidak pernah bermain, para pemain tidak berada di posisi yang seharusnya, tidak menciptakan peluang. Ketika mereka kalah 3-0 di kandang atas West Ham United, yang terdekat dengan tendangan ke arah gawang adalah tendangan Roberto Firmino yang hanya mengenai bagian luar tiang gawang. “Keadaannya tidak bekerja pada saat ini, tapi itu adalah tanggung jawab semua orang. Pemain memikul tanggung jawab besar, tetapi saat ini Liverpool telah kembali menjadi sedikit tanpa kemudi,  kehilangan karakter dan tampaknya telah kehilangan jalan mereka.”