UEFA Berencana Tambah Aturan Financial Fair Play

uefa

Aturan Financial Fair Play yang digagas oleh pihak UEFA sepertinya akan mengalami sedikit perubahan menyusul banyaknya pihak yang mengkritik aturan yang berlaku sebelumnya.

Seperti yang kita ketahui, sebelumnya UEFA telah menghukum sejumlah klub yang berada dibawah naungan pengawasan mereka karena dinilai melanggar aturan Financial Fair Play berupa pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan klub tersebut sendiri.

Tapi banyak pihak yang memprotes, UEFA disarankan agar juga menghukum tim yang memiliki jumlah utang dalam jumlah besar, dengan demikian aturan FFP akan lebih ketat, karena tidak sedikit klub yang meminjam sejumlah dana untuk melakukan pembelian pemain atau pelatih demi menghindari aturan Financial Fair Play tersebut.

Hal tersebut disadari oleh sekjen UEFA sendiri yakni Gianni Infantino, dan dia berencana membawa gagasan tersebut dalam rapat UEFA selanjutnya.

“Kami memang hanya fokus pada kerugian finansial klub saja, membayar utang di setiap bulan atau musim juga berpotensi menimbulkan kerugian pada klub itu sendiri. Tentu saja sekarang kami akan mempertimbangkan apakah jumlah utang total tersebut akan masuk dalam kriteria aturan Financial Fair Play” Demikian papar Infantino kepada salah satu media Inggris.

Jika memang demikian, maka sudah pasti banyak klub yang terancam dijatuhi sanksi Financial Fair Play seperti hal nya Manchester United yang sekarang ini memiliki hutang sebesar 350 Juta Poundsterling.

Aturan Financial Fair Play ini sudah diberlakukan UEFA sejak tahun 2013 kemarin. Tidak sedikit klub yang mendapatkan sanksi akibat aturan ini, termasuk Manchester City dan paris Saint-Germain, akibatnya mereka tidak bisa belanja seenaknya di bursa transfer musim panas kemarin.